Gus Rozin Encourages Khataman Al Quran as a Routine Activity at IPMAFA
Messages of the Rector IPMAFA in the Inauguration of the Student Organization
Gus Rozin : Entrepreneur Adalah Spirit dan Perjuangan
Semangat kewirausahaan masih sangat penting dan dibutuhkan dalam mendorong bangsa Indonesia lebih maju. Sebagai kampus pesantren dan mahasiswa santri, IPMAFA harus menjadi bagian penting dalam pembangunan ini. Kemajuan bangsa tidak bisa mengandalkan sepenuhnya pada inisiatif negara, melainkan semua pihak harus berpartisipasi, termasuk kampus IPMAFA.
Demikin salah satu poin penting sambutan Rektor Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin) dalam kuliah umum bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011-2014, Dahlan Iskan di aula kampus (20/11/21).
Gus Rozin menyinggung pentingnya inisitiaif untuk membaca peluang dan perkembangan di masa depan seperti yang telah dilakukan Pak Dahlan dalam membangun mobil listrik Tucuxi saat menjabat Menteri BUMN di tahun 2013. Jadi enterpreneur tidak semata-mata mencari keuntungan ekonomi atau kemampuan memonetisasi sebuah produk tetapi enterpreneur adalah spirit dan perjuangan dalam melihat peluang dan menyesuaikan perkembangan.
Lebih lanjut, entrepreneur bisa hadir di manapun dan dalam bentuk apapun maka IPMAFA dengan beberapa program studi yang dimiliki, kewirausahaan dapat dikembangan sesuai jurusan dan disiplin keahliannya. Semua Prodi di IPMAFA meliputi Perbankan Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pengembangan Masyarakat Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, semuanya bisa relevan dengan spirit entrepreneurship.
Pesan Rektor Ipmafa Untuk Mahasiswa KKN Daring Tahun 2021
KKN Ipmafa tahun 2021 masih tetap dilakukan secara daring dengan format yang cukup berbeda dengan KKN daring sebelumnya. Mahasiswa memiliki program dan kegiatan pengembangan masyarakat yang beragam, baik dilakukan secara kelompok maupun individu. Program tersebut seperti ngaji daring, pelatihan online, produksi konten positif di media digital, dan survey di desa mahasiswa masing-masing.
Dalam forum penerjunan KKN, Rektor Ipmafa, Abdul Ghafarrozin menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan KKN Ipmafa (9/8/21). Mahasiswa KKN diharapkan dapat belajar banyak dari KKN tahun sebelumnya sehingga hasilnya lebih baik dan tentunya dapat lebih menjawab kebutuhan masyarakat.
Rektor yang akrab disapa Gus Rozin ini juga berharap mahasiswa mampu menyikapi secara bijak terhadap perilaku masyarakat yang menjadi persoalan bersama seperti menurunnya tingkat kepercayaan kepada otoritas, terjadinya fragmentasi informasi dan keacuhan kolektif. Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan struktur dan sistem sosial yang berlaku sehingga KKN ini berada di masa transisi sosial yang didalamnya terdapat krisis ekonomi, krisis kemanusiaan dan krisis kepercayaan.
Oleh sebab itu KKN ini menghadapi tantangan dan tanggungjawab yang berat dalam rangka memulihkan tatanan sosial masyarakat. Beratnya tantangan ini mengharuskan mahasiswa KKN mampu melaksanakan kegiatan KKN dengan sepenuh hati dan tidak segedar memenuhi syarat akademik kampus.
Di poin akhir sambutannya, Gus Rozin berpesan kepada mahasiswa untuk memiliki tiga hal penting demi suksesnya mengikuti kegiatan KKN. Pertama, mahasiswa harus memiliki niat yang kuat dan serius bahwa KKN tidak hanya untuk memperoleh nilai akademik tetapi harus dipahami bahwa KKN adalah wujud partisipasi mahasiswa untuk mengabdi dan mengembangkan masyarakat di daerah masing-masing.
Pesan kedua adalah mahasiswa harus memiliki nalar kritis ketika ber KKN. Mahasiswa dituntut mampu memahami kondisi masyarakat dan mengidentifikasi persoalan yang terjadi di desa. Kondisi sosial dan sumber-sumber potensial yang ada di suatu masyatakat harus mampu digali agar kegiatan KKN sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki masyarakat. Dengan demikian, program-program yang direncanakan tepat sasaran sesuai potensi desa dan masyarakatnya.
Terakhir, Gus Rozin berpesan mahasiswa juga harus memiliki keteguhan yang objektif untuk melaksanakan kegiatan KKN dari awal sampai akhir. KKN yang dilakukan selama kurang lebih 2 bulan ini adalah waktu yang sangat singkat sekaligus memiliki kendala tersendiri karena dilakukan secara daring, maka dibutuhkan keteguhan sikap untuk mengawal kegiatan dan program kerja secara kontinu.