Showing posts with label Gus Rozin. Show all posts
Showing posts with label Gus Rozin. Show all posts

Gus Rozin Encourages Khataman Al Quran as a Routine Activity at IPMAFA

 


As part of Ipmafa's 14th Anniversary, Ipmafa held recitation of khataman al-Quran binnadzar which was attended by the entire Ipmafa academic community. This khataman activity is also considered as a character of the application of Islamic boarding school values ​​in the university environment. In addition to khataman, it also conducted reading of manaqib for the blessing and smooth running of the event.

Gus Rozin as the Rector of Ipmafa said that khataman of al-Quran was actually a routine activity that had been preserved since the establishment of the Staimafa campus. Then since the Covid 19 pandemic caused the activity to stop temporarily. Gus Rozin hopes that this activity can be carried out regularly in the future, at least 2 times in 1 semester, or every 2 months, or even every 40 days. So khataman is a routine activity and religious culture that Ipmafa must maintain as islamic boarding school.

This khataman event was attended solemnly by all stakeholders within the Ipmafa such as the rector, vice rector, Deans and Study Programs, lecturers and employees, as well as cross-study students from all generations.




Messages of the Rector IPMAFA in the Inauguration of the Student Organization


The Ipmafa student organization was officially inaugurated directly by Ipmafa Rector Abdul Ghofarrozin MPd who is familiarly called Gus Rozin, Monday (13/06/2022). Located in the campus auditorium, around 200 students were given a management decree to carry out their solemn mandate in building and advancing the organization at Ipmafa. During the inauguration, students were also sworn in to be dedicated for being active in the organization.

After reading the oath, Gus Rozin gave directions and brainstorms to students so that they can execute the responsibilities of the management. He mentioned that the current dinamic change and progress in the country cannot be separated from the movement of the educated people viz students or santri. Starting from the era of Budi Utomo in 1908 until the reform era in 1998 with various missions of the movement.

Gus Rozin also advised that students must have global insight and mindset even though they live in villages because today with digital transformation and easy access to information, there are almost no barriers and geographical boundaries that become serious obstacles. Students must have global thoughts and visions to provide a better flow of change as well as be able to implement and realize the Ipmafa campus visions and missions that based on Islamic boarding school values.

In addition, students are also encouraged to be able to network as widely as possible, improve communication skills and dare to make breakthroughs in order to contribute positively to the nation and state.

Gus Rozin : Entrepreneur Adalah Spirit dan Perjuangan

 

Semangat kewirausahaan masih sangat penting dan dibutuhkan dalam mendorong bangsa Indonesia lebih maju. Sebagai kampus pesantren dan mahasiswa santri, IPMAFA harus menjadi bagian penting dalam pembangunan ini. Kemajuan bangsa tidak bisa mengandalkan sepenuhnya pada inisiatif negara, melainkan semua pihak harus berpartisipasi, termasuk kampus IPMAFA.

Demikin salah satu poin penting sambutan Rektor Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin) dalam kuliah umum bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011-2014, Dahlan Iskan di aula kampus (20/11/21).

Gus Rozin menyinggung pentingnya inisitiaif untuk membaca peluang dan perkembangan di masa depan seperti yang telah dilakukan Pak Dahlan dalam membangun mobil listrik Tucuxi saat menjabat Menteri BUMN di tahun 2013. Jadi enterpreneur tidak semata-mata mencari keuntungan ekonomi atau kemampuan memonetisasi sebuah produk tetapi enterpreneur adalah spirit dan perjuangan dalam melihat peluang dan menyesuaikan perkembangan.

Lebih lanjut, entrepreneur bisa hadir di manapun dan dalam bentuk apapun maka IPMAFA dengan beberapa program studi yang dimiliki, kewirausahaan dapat dikembangan sesuai jurusan dan disiplin keahliannya. Semua Prodi di IPMAFA meliputi Perbankan Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pengembangan Masyarakat Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, semuanya bisa relevan dengan spirit entrepreneurship.

Pesan Rektor Ipmafa Untuk Mahasiswa KKN Daring Tahun 2021

 


KKN Ipmafa tahun 2021 masih tetap dilakukan secara daring dengan format yang cukup berbeda dengan KKN daring sebelumnya. Mahasiswa memiliki program dan kegiatan pengembangan masyarakat yang beragam, baik dilakukan secara kelompok maupun individu. Program tersebut seperti ngaji daring, pelatihan online, produksi konten positif di media digital, dan survey di desa mahasiswa masing-masing.

Dalam forum penerjunan KKN, Rektor Ipmafa, Abdul Ghafarrozin menyampaikan beberapa hal penting terkait pelaksanaan KKN Ipmafa (9/8/21). Mahasiswa KKN diharapkan dapat belajar banyak dari KKN tahun sebelumnya sehingga hasilnya lebih baik dan tentunya dapat lebih menjawab kebutuhan masyarakat. 

Rektor yang akrab disapa Gus Rozin ini juga berharap mahasiswa mampu menyikapi secara bijak terhadap perilaku masyarakat yang menjadi persoalan bersama seperti menurunnya tingkat kepercayaan kepada otoritas, terjadinya fragmentasi informasi dan keacuhan kolektif. Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan struktur dan sistem sosial yang berlaku sehingga KKN ini berada di masa transisi sosial yang didalamnya terdapat krisis ekonomi, krisis kemanusiaan dan krisis kepercayaan.

Oleh sebab itu KKN ini menghadapi tantangan dan tanggungjawab yang berat dalam rangka memulihkan tatanan sosial masyarakat. Beratnya tantangan ini mengharuskan mahasiswa KKN mampu melaksanakan kegiatan KKN dengan sepenuh hati dan tidak segedar memenuhi syarat akademik kampus.

Di poin akhir sambutannya, Gus Rozin berpesan kepada mahasiswa untuk memiliki tiga hal penting demi suksesnya mengikuti kegiatan KKN. Pertama, mahasiswa harus memiliki niat yang kuat dan serius bahwa KKN tidak hanya untuk memperoleh nilai akademik tetapi harus dipahami bahwa KKN adalah wujud partisipasi mahasiswa untuk mengabdi dan mengembangkan masyarakat di daerah masing-masing.

Pesan kedua adalah mahasiswa harus memiliki nalar kritis ketika ber KKN. Mahasiswa dituntut mampu memahami kondisi masyarakat dan mengidentifikasi persoalan yang terjadi di desa. Kondisi sosial dan sumber-sumber potensial yang ada di suatu masyatakat harus mampu digali agar kegiatan KKN sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki masyarakat. Dengan demikian, program-program yang direncanakan tepat sasaran sesuai potensi desa dan masyarakatnya.

Terakhir, Gus Rozin berpesan mahasiswa juga harus memiliki keteguhan yang objektif untuk melaksanakan kegiatan KKN dari awal sampai akhir. KKN yang dilakukan selama kurang lebih 2 bulan ini adalah waktu yang sangat singkat sekaligus memiliki kendala tersendiri karena dilakukan secara daring, maka dibutuhkan keteguhan sikap untuk mengawal kegiatan dan program kerja secara kontinu. 

KKN Daring Ipmafa mengikuti pemerintah yang masih menerapkan kebijakan PPKM di berbagai wilayah di Indoensia. Rektor Ipmafa menyampaikan bahwa KKN daring seperti ini memiliki tantangan yang berbeda karena secara teknis kegiatan yang dilakukan secara online memiliki keterbatasan dan kelemahan, meski juga ada dampak positifnya.




Tantangan Perguruan Tinggi Pesantren di Era Society 5.0 - Bincang Tokoh Bersama Gus Rozin Rektor IPMAFA

DON'T MISS

Podcast, Video, HMPS
KPI IPMAFA © all rights reserved
Designed by KPI Studio