Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

KPI Students Celebrate Shalawat with Az Zahir Pekalongan


Sholawat ceremony with Majelis Az Zahir Pekalongan became a special moment for KPI Ipmafa students because they were tasked with overseeing live streaming media during the event, 27 September 2022. In addition to adding experience in organizing technical broadcasts for thousands of people audience, students made this moment a moment of worship chanting prayers.

Film Launching and Awarding Festival as an Appreciation of KPI Student's Work


At the end of the Even Academic Semester 2021, the KPI Study Program held a Film Launching and Awarding Festival as an award event for KPI students as well as entertainment for watching three films from IPMAFA students, Monday (18/7/2022). The three films screened were "Man Rabbuka" by students of the PBA Study Program, then "Selawe" and "Jalan Tengah" which were produced by KPI students. In this activity, students' photographic artworks were also exhibited which were attached to the hall walls before the participants entered the nobar room.

The event, which was hosted by Lina and Hafilda, was quite entertaining for the participants with the slogan "Breaking the Limits of Creativity". Student works in the form of films, logos, photos, repostages, and other visual communications deserve appreciation so that students are always motivated in learning and creating. The KPI Awards award categories include one day one script, human interest photos, talk shows, reporting, Visual Communication Design (DKV), and TVC.


After the screening, a sharing session was held with the directors of the three films to share experiences related to production activities. Film ideas are often inspired suddenly during college or personal experiences that occur in society so that they deserve to be made into a film.

The Head of the KPI Study Program, Isyrokh Fuaidi, expressed his appreciation to the students who are always enthusiastic in creating creative content and broadcasting. This is a shared need because today is the era of media convergence where communication media are present in various ways and cannot be monopolized by one particular player. Visual works can now be presented and distributed across digital platforms. Therefore, KPI students are required to always be creative-innovative so that their works are of high quality and appreciated by the community.


KPI IMPAFA Adakan Pelatihan Menjadi Filmmaker


Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA mengadakan acara Workshop KPI’s Day dengan tema “How To Be A Good Filmmaker” yang diikuti oleh mahasiswa KPI IPMAFA di Auditorium 1 lantai 2 IPMAFA (28/11/2021).

Acara tersebut diisi oleh 3 narasumber ahli yaitu Anggitan Anggowo Rizki, Ahmad Azka Nafi’ Ma’la, dan Khairul Umam Febriansyah yang memandu materi mengenai produserial, penyutradaraan, dan penulisan naskah film. 

"Kegiatan ini untuk memberikan warna baru di KPI semester 1 dan 2 karena minat mahasiswa KPI itu lebih ke arah film, jadi kami mengadakan acara ini sesuai minat dan bakat mereka" tutur Sholahudin, Ketua panitia acara. Jadi tema tersebut diangkat karena Sinema Utara dan KPI ingin lebih mendalami perfilman dan lebih banyak belajar tentang perfilman”.

Narasumber pertama, Azka Ma’la menjelaskan materi mengenai penulisan naskah film (script writer). “Menulis script adalah menuliskan apa yang ada di imajinasi kita. Kita menulis skenario sama saja seperti kita membuat film dalam bentuk tulisan. Gunanya untuk menjadi panduan kita dalam membuat film”, ungkapnya.

Azka juga memberikan tips membuat naskah film yang mudah yaitu dengan membagi tiga babak sebuah cerita yang disebut struktur dramatik untuk membangun emosi penonton. Babak pertama berisi pengenalan tokoh, babak kedua tentang permasalahan pertama dalam cerita, dan babak ketiga mengenai penyelesaian konflik babak kedua. 

Kemudian narasumber kedua Anggit Anggowo menjelaskan materi tentang penyutradaraan. “Model utama seorang sutradara adalah kepekaan, harus tau komponen dalam film dan kita harus tau bahwa sebuah film akan dibawa ke mana", jelasnya. Sutradara terbaik adalah script writer itu sendiri. Film yang bisa dianggap sukses adalah jika orang yang menonton tau tujuan film yang dibuat, karena saat membuat film pasti memiliki pesan yang disampaikan.

Narasumber ketiga, Khairul Umam, menjelaskan tentang produserial. Dalam hal ini tugas seorang produser adalah mengawasi proses pra sampai paska pembuatan film. "Prosuder itu berjualan film dan menjembatani antara kru film dengan brand sponsor. Untuk itu produser harus memiliki jejaring yang luas" tuturnya. 

Setelah penyampaian materi, peserta diberika pelatihan tentang pembuatan premis yang diikuti dengan antusias.

(Dhelfia)

Mahasiswa KPI Sharing “Realita Dalam Layar Kaca” Bersama Film Maker


Selasa (27/4/2021) Mahasiswa KPI semester 6 melaksanakan kuliah tamu yang bertemakan "Realitas Dalam Layar Kaca". Kuliah tamu ini mengundang Fatur Albaskhori, salah satu film maker yang berpengalaman dalam pembuatan film dokumenter.

Kuliah tamu ini diadakan untuk menambah wawasan mahasiswa KPI semester 6 mengenai film dokumenter. Selain itu, dengan kuliah tamu ini mahasiswa juga mampu memahami lebih jelas bagaimana metode dan proses dalam pembuatan film dokumenter.

Dalam materinya, Fatur menjelaskan bahwa film dokumenter lebih mudah diproduksi dibandingkan dengan film fiksi. Ini sesuai pengalamannya yang sudah memproduksi dua film dokumenter dan berhasil menjuarai beberapa ajang festival.

Fajar Adhi Kurniawan, dosen pengampu sinematografi, berharap teman-teman KPI semester 6 mampu memahami dan mengerti tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam membuat film dokumenter. Dengan tahapan tersebut kemudian dapat digunakan sebagai acuan dalam memproduksi film dokumenter di mata kuliah sinematografi. 






WEBINAR - How to Manage a Good Shot bersama Director of Photograpy REV Production - ALFFY REV

 

Historical Journey - Peninggalan Syaikh Ahmad Mutamakkin Kajen - Episode 1

Berjuang Bersama Melawan Corona - KPI Ipmafa Production

Training Desain Grafis: Berbagi Skill Bersama Mahasiswa PGMI


Di era disrupsi ini setiap orang dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan semua aspek kehidupan. Satu hal penting di era digital ini adalah skill content creation berbasis desain grafis. Dengan itu seseorang mampu berkomunikasi secara visual dan menyebarkan informasi digital dalam bentuk flyer, brosur, pamflet dll. sehingga penerima dan pembacanya merasa tertarik.

Demikian salah satu poin yang disampaikan Taufiq Sholeh As Syukroni, mahasiswa KPI yang menjadi tutor desain grafis dalam pelatihan desain yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) divisi media, Sabtu (14/03/20). Training yang diikuti para mahasiswa PGMI ini memuat 20% materi, dan 80% praktek.

"Kami ingin mahasiswa/i PGMI itu tidak hanya belajar tentang pendidikan saja, karena minat dan bakat setiap orang itu berbeda. Semoga dengan pelatihan desain ini mahasiswa PGMI dapat mengaplikasikan di dalam dunia pendidikan.", utur Chusna mahasiswi PGMI semester 4 sebagai ketua pelaksana kegiatan ini.

Dalam kesempatan itu, Taufiq menyampaikan ruang lingkup desain grafis dan teknis pratis terkait proses instalasi Corel Draw, pengenalan tool-tool membuat desain yang ada di aplikasi dan yang terakhir memberi tantangan kepada peserta untuk membuat karya desain yang menarik.

Harapannya, setelah adanya pelatihan desain grafis, mahasiswa PGMI dapat mengembangkan skill mereka dalam bidang desain dan juga dapat lebih kreatif dalam bidang media. Semua itu sebagai bekal mereka saat terjun langsung dalam masyarakat maupun sekolah-sekolah dimana desain grafis nantinya pasti sangat dibutuhkan.

Di akhir pelatihan ini Taufiq berpesan kepada peserta untuk jangan takut berkarya karena sebaik-baik nya desain pasti ada yang nggak suka, sejelek-jelek nya Desain pasti ada yang suka, pungkasnya mengutip kata dari Rio purba (Design freelancer & design Youtuber)

KPI Ipmafa Bincang Santai Bersama Direktur NU Online


Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Ipmafa tidak hanya memiliki misi peningkatan dan pembekalan skill digital broadcasting sesuai perkembangan zaman tetapi juga membawa misi menyebarkan nilai-nilai kepesantrenan berfaham aswaja. Oleh sebab itu, diperlukan perangkat pendukung dan konsep yang cukup untuk mewujudkan hal tersebut.

Maka Prodi KPI Ipmafa bersama jajaran dosen Ipmafa melakukan sharing knowledge bersama Direktur NU Online, Mohamad Syafi’ Alielha yang sudah lama berkecimpung dalam media massa khususnya NU Online dan islami.co (11/1/2019). Hadir dalam forum tersebut Dekan Fakultas Dakwah Sri Naharin MSI, Kepala Prodi KPI Isyrokh Fuaidi LL.M, Sekretaris Prodi Arif Chasanuddin MPd, dan sejumlah dosen Ipmafa dari berbagai jurusan.

Syafi' dalam paparannya banyak mengupas hal-hal penting yang perlu dilakukan kaitannya dengan pengembangan skill dan disiplin keilmuan di Prodi KPI Ipmafa. Pertama yang perlu dipetakan adalah target klien yang menjadi sasaran (captive market). Captive market ini berbeda antara satu dengan yang lain. Media massa NU Online yang sasarannya masyarakat NU tidak bisa disamakan dengan sasaran media broadcasting KPI Ipmafa.

Karena KPI ini membawa misi dakwah, skill komunikasi juga harus diberikan kepada mahasiswa KPI baik dari segi sarana-prasarana maupun konsep dan keilmuan komunikasi yang relevan. Dengan begitu, konten yang dihadirkan dapat diminati dan bermanfaat bagi masyarakat. Mahasiswa juga perlu diberikan monitoring dan pendampingan untuk menstimulasi ide dan kreasi yang ingin disajikan.

Terkait konten dan sosok yang menarik market pengguna saat ini, hal itu tidak ditentukan oleh penampilan luar seorang komunikator, melainkan dari pesan yang mudah dipahami dan tidak rumit.

Muskerwil Forkomnas KPI Jateng-DIY Jadi Ajang Evaluasi Mahasiswa KPI


    WONOSOBO- Semakin berkembangnya zaman, tantangan bagi mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di era revolusi industry 4.0 kian berat, sehingga perlu mereka harus meningkatkan pengetahuan dan skill yang mumpuni di bidang teknologi dan informasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS), Muhammad Zamroni dalam acara Muskerwil Forkomnas KPI Wilayah II Jateng-DIY dan seminar kepenulisan di aula Kampus Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo, Sabtu (27/07/2019).
   Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa skill mahasiswa KPI harus ditingkatkan supaya tidak tertinggal dengan mahasiswa ilmu komunikasi di perguruan tinggi umum.
      Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan lomba reportase dan foto jurnalistik mengenai apapun yang ada di kampus tersebut. Acara yang diikuti oleh 14 kampus se-Jateng-DIY dengan peserta 200 mahasiswa KPI, bertujuan sebagai ajang evaluasi skill dan merekatkan tali silaturahmi antar kampus, ujar Agung, alumni forkomnas dalam sarasehan dan malam inagurasi.
  Irfan, selaku ketua HMPS KPI Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menuturkan bahwa acara ini sebagai langkah berkembangnya mahasiswa KPI karena bisa sharing dan belajar bareng kampus lain. Kita bias belajar bareng, bagaimana membuat film yang bagus, bagaimana membuat reportase yang baik , dan lain sebagainya, lanjutnya.
     Acara ini adalah agenda rutin yang sangat baik dalam mempererat kerja sama terutama di tingkat mahasiswa dalam rangka mengembangkan kompetensi mahasiswa KPI agar mampu berkontribuasi maksimal di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Film Tak Serupa, Penyatuan Dialek Pati

(Senin, 18/3) KPI IPMAFA menyelenggarakan launching dan bedah film  berjudul 'tak serupa'. Sambutan disampaikan oleh Ketua program studi KPI (Arif Chasanudin, M.Pd.). Dalam sambutannya beliau berpesan untuk semua mahasiswa di samping matang secara teori juga mampu berkarya khususnya di industri perfilman. Menjadi satu keniscayaan bahwa di era 4.0 ini dunia kerja sangat memprioritaskan soft skill dari sekadar rutinitas kerja sehingga nantinya bisa menangkap peluang pasar.

Acara ini diikuti oleh mahasiswa KPI IPMAFA dan lainnya serta masayarakat umum. Antusiasme peserta terlihat begitu besar ketika acara dimulai. Acar ini diawali dengan memperkenalkan kru film yang semuanya mahasiswa KPI IPMAFA. Fil ini sejatinya adalah sebagai tugas akhir di mata kuliah Sinematografi yang diasuh oleh Bapak Shifaur Riham.

Film ini menangkap pesan bahwa adanya rupa karya seni tidak hanya bisa dinilai hanya dengan uang. Bagi seorang seniman, karyanya ibarat seperti anak kandungnya sendiri.

Dengan hadirnya film ini, kita mencoba belajar membedah berbagai konten yang dihadirkan. Kita juga belajar berbagai istilah, piranti dan berbagai kebutuhan produksi film dari mulai awal produksi sampai promosi. Film ini lebih menyasar pada kalangan 18 tahun ke atas untuk pengklasifikasian penontonnya. Mengingat ada beberapa adegan yang hanya diperbolehkan untuk ditonton kalangan khusus.

Pesan moral dirasa sangat penting untuk menghadirkan sebuah film. Di samping itu, simbol, gradasi, representasi hingga komparasi sangat mendukung sebuah film bisa layak edar. Kekuatan ide dasar juga dirasa penting.

Ada beberapa pertimbangan manakala sebuah film tidak sama persis dengan narasi dari novel aslinya. Mengingat kebutuhan produksi dan latar yang kemudian ingin dihadirkan dari film itu sendiri. Penting juga kita mengetahui premis sampai penokohan yang akan ditarik dari film tersebut.

Semoga dengan adanya short movie yang mengangkat genre lokal khususnya budaya Pati Utara-Selatan, baik dari segi dialek, sosio-geografis, lebih menumbuhkan minat generasi muda ke depan untuk 'nguri-nguri budaya' atau dalam arti tetap melestarikan hak kekayaan budaya bangsa dan mempromosikan sesuai kebutuhan pasar. (Tim Redaksi)

sumber :https://www.kompasiana.com/arinauje/5c9050a20b531c23e4412842/film-tak-serupa-penyatuan-dialek-pati?fbclid=IwAR3SDNPf4WVlnsOtRLENrifV29nZVJQwv7KSZ55HV5CQuS8vQp2g27oRrYk

MAHASISWA KPI IPMAFA PRAKTIKUM PRODUKSI ACARA TELEVISI BERKAH RAMDHAN


Di dalam program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IPMAFA, model pembelajaran yang dilaksanakan adalah perpaduan  teori dan praktek. Di antara mata kuliah yang menjalankan praktikum adalah Produksia Acara Siaran.

Dalam bulan Ramadhan ini mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IPMAFA mengapliklasikan ilmu yang didapat dari teori di mata kuliah tersebut dengan menggarap produksi acara  kuliah tujuh menit (kultum ) Ramadhan dengan di dampingi dosen praktisi dari Simpang 5 TV dengan nama acara “Berkah Ramadhan”.

“Dengan memberikan porsi praktikum yang lebih banyak diharapkan mahasiswa mampu dan siap ketika nanti lulus dan berdaya saing untuk masuk di dunai kerja.” Ungkap Arif Chasannudin selaku Kaprodi KPI IPMAFA ketika ditanya mengenai  program ini.

Mahasiswa juga sangat antusias mengikuti prses produksi karena nantinya apa yang dihasilkan akan ditayangkan oleh  stasiun televisi Simpang 5 TV. “ Dengan ikut membuat dan meproduksi program kultum ini tentu sangat membanggakan bagi kami, karena akan banyak dinikamati khalayak umum.” Ujar Nasrul sebagai salah satu mahasiswa KPI.

Acara tersebut berisi ceramah singkat dan padat oleh para Dosen IPMAFA dengan tema-tema seputar keagamaan dalam rangka menebarkan Islam yang toleran dan rahmatan lil alamin.

Dalam praktikum tersebut mahasiswa langsung diajak untuk mengetahui dan memprakterkan bagaimana pengambilan gambar yang menarik, teknik pengambilan suara, background yang menunjang sebuah tayangan sampai pada editing.

MAHASISWA KPI IPMAFA MENJADI PENGURUS FORKOMNAS KPI WILAYAH III JATENG –DIY

           IAIN Salatiga menjadi sebagai tuan rumah dalam acara Musyawarah kerja Forkomnas KPI wilayah III yang dilaksanakan pada 23-25 Februari 2018. Hal ini sesuai dengan kesepakatan pada musyawarah wilayah di STAIN Kudus yang lalu. Ini merupakan kali pertama Forkomnas KPI diselenggarakan di IAIN Salatiga bersama HMJ Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah. Sebanyak 13 delegasi kampus baik PTAIN dan PTAIS hadir dalam acara yang membahas beberapa program kerja dan agenda oleh pengurus Forkomnas KPI wilayah III.
            Acara dimulai dengan pembukaan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Salatiga, dan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Forkomnas KPI wilayah III. Kegiatan lainnya adalahn workshop Fotografi “Human Interest” bersama Budi Purwanto, wartawan dari majalah Tempo Semarang.
Di akhir acara, Ibnu Yahya, ketua Forkomnas KPI Pusat, dalam sambutannya mengatakan bahwa, “Forkomnas KPI di IAIN Salatiga ini merupakan yang terbaik dari seluruh acara Forkomnas KPI yang telah diselenggarakan”. Suatu kebanggaan tersendiri bagi sepuluh mahasiswa IPMAFA yang telah ikut berpartisipasi dan memeriahkan acara ini.
Dan lebih lagi, dua mahasiswa IPMAFA telah dilantik menjadi pengurus Forkomnas KPI wilayah III periode 2017/2018 yaitu, Moh. Syihabuddin dan M. Nasrullah. Kegiatan ini ditutup kembali oleh Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan diakhiri dengan studi wisata di museum kereta api Ambarawa.


MEMBEDAH FILM “PARSIAL, KULO MBOTEN SALAH”, FILM KARYA MAHASISWA KPI IPMAFA



Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren Mathali’ul Falah—sering disebut KPI IPMAFA—mengadakan bedah film perdana yang dilaksanakan di gedung aula Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati Senin, 5 Februari 2018 dengan Judul film “Parsial Kulo Mboten Salah"
Bedah film tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil perjuangan filmmaker mahasiswa KPI IPMAFA dalam menyajikan sebuah karya film. Di sela-sela liburan semester ganjil  para mahasiswa KPI melakukan pembuatan film “Parsial” tersebut.
“Filmnya bagus, saya sangat mengapresiasi sekali. Karena baru kali ini ada pemutaran diskusi film, sering-sering mengadakan kegiatan diskusi filmnya” tutur Rona Nisrina selaku mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA.
Kegiatan bedah film ini diikuti oleh puluhan mahasiswa IPMAFA dari berbagai program studi, masyarakat serta dihadiri oleh mahasiswa dari STAIN Kudus. Para peserta diskusi tersebut sangat antusias menanggapi diskusi yang disampaikan oleh narasumber. Narasumber yang hadir adalah Hariyanto dan Moh. Nurul Kamal yang berkecimpung langsung dalam pembuatan film.
Film tersebut diproduseri oleh Moh. Nurul Kamal Mahasiswa KPI semester 5, Harianto AR selaku Sutradara sekaligus merangkap sebagai penulis naskah dan dibantu oleh Nur Inayatul Husna, serta seluruh mahasiswa KPI yang ikut terlibat dalam pembuatan film tersebut.
Tema yang diangkat dalam film ini ini adalah justifikasi prematur atas sebuah kejadian tanpa adanya konfirmasi tentang yang sebenarnya terjadi. “Film tersebut bertujuan untuk mengingatkan bahwa dalam menghadapi suatu permasalahan harus melihat sampai ke asal jangan hanya melihat dari satu sudut pandang saja, agar tidak menimbulkan persepsi yang salah” Harianto selaku sutradara film PARSIAL.

DON'T MISS

Podcast, Video, HMPS
KPI IPMAFA © all rights reserved
Designed by KPI Studio